CPOB (cara pembuatan obat yang baik)

Sejarah

Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) resmi diberlakukan buat industri farmasi di Indonesia berdasarkan SK Menteri Kesehatan RI nomor 43/MENKES/SK/II/1988 tanggal 2 Februari 1988 tentang Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Revisi CPOB diterbitkan pada tahun 2001 oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan,revisi ini dilakukan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang farmasi. Penyusunan Pedoman CPOB edisi tahun 2001 mengacu pula pada WHO Good Manufacturing Practices 2000,The British MCA’s Rules and Guidance for Pharmaceutical Manufacturers 1993,US Code for Federal Regulations 2000 Title 21 Parts 210 &211,The Australian Code of GMP for Therapeutic Goods 1990,ASEAN GMP Guidelines 3rd edition,1996 serta Code GMP internasional lainnya.Sebelumnya di Indonesia pembuatan obat diatur melalui  Keputusan Menteri Kesehatan R.I. No. 4243/A/SK/71 tentang Dasar-dasar dari Pengawasan atas mutu Obat-obat dan Cara-cara yang baik dalam Pengawasan Produksi dan mutu Obat.

Tujuan

Diterbitkannya pedoman CPOB dimaksudkan untuk menjamin kualitas obat yang diproduksi oleh semua industri sehingga pengguna aman menggunakannya.

Aspek Yang Ditinjau

Aspek utama yang diatur oleh CPOB adalah :

  • Ketentuan umum (landasan umum dan definisi)
  • Personalia
  • Bangunan dan fasilitas
  • Peralatan
  • Sanitasi dan Higienis
  • Produksi
  • Pengawasan mutu
  • Inspeksi diri
  • Penanganan keluhan terhadap obat, penarikan kembali obat, dan obat kembalian
  • dokumentasi

 

Dehidrasi

Respon awal tubuh terhadap dehidrasi antara lain :

  1. Haus untuk rasa meningkatkan pemasukan cairan yang diikuti dengan penurunan produksi kencing untuk mengurangi seminimal mungkin cairan yang keluar. Air seni akan tampak lebih pekat dan berwarna gelap.
  2. Jika kondisi awal ini tidak tertanggulangi maka tubuh akan masuk ke kondisi selanjutnya yaitu : Lanjut membaca

Definisi Diare

Ada beberapa definisi tentang diare walaupun pada dasarnya sama, berikut 4 definisi diare dari empat sumber :

  • Diare adalah keadaan buang-buang air dengan banyak cairan ( mencret) dan merupakan gejala dari penyakit-penyakit tertentu atau gangguan lainnya. (Obat-Obat Penting ) Lanjut membaca

Aktivitas sefalosporin

Daya kerja sefalosporin ialah bakterisida.

Mekanisme kerja antimikrobanya dengan menghambat sintesis dinding sel mikroba (sintesis peptidoglikan yang diperlukan kuman untuk ketangguhan dindingnya). Jadi yang dihambat ialah reaksi transpeptidase tahap ketiga Lanjut membaca

Sefalosporin

Sefalosporin merupakan pengembangan atau derivate dari β-laktam. Kelebihannya adalah intensitas efeknya lebih baik, spektrum lebih luas, relatif tidak menimbulkan alergi  (hipersensitif), dan lebih tahan terhadap asam lambung. Walaupun golongan ini relatif tidak toksik, tetapi ada beberapa hal yang mesti diingat yaitu: Lanjut membaca

Monografi Bahan Tablet Effervecent

Berikut beberapa monografi bahan tambahan untuk pembuatan tablet effervecent :

Asam sitrat

Rumus kimia CH2(COOH)C(OH)(COOH)CH2COOH.H2O. Sinonim Acidum citricum. Asam sitrat berbentuk anhidrat atau mengandung satu molekul air. Mengandung tidak kurang dari 99,5 % dan tidak lebih dari 100,5 % C6H8O7, dihitung terhadap zat anhidrat. Lanjut membaca